Thursday, March 01, 2007

Dok, Imunisasinya Entar Aja ya!

"Dok, anak saya lagi batuk-pilek. Imunisasi campaknya entar aja ya."
"Anak saya baru 6 bulan. Sekarang kan harus imunisasi campak. Berarti nanti umur 9 bulan imunisasi campak lagi, tidak?"
"Oeeekk... oeeekk.."
"Aduh, jangan dorong-dorong dong. Nanti jatuh nih!"
"Pak, saya udah nunggu dari tadi.. kok nggak dipanggil sih?"

Demikianlah lintasan kalimat-kalimat yang berseliweran di Posyandu RT-ku, saat pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Campak (Crash Program), Polio, dan Pemberian Vitamin A bagi bayi dan balita. Sejak 20 Februari hingga 20 Maret nanti, Departemen Kesehatan mencanangkan program wajib imunisasi terhadap kedua penyakit di atas bagi seluruh anak usia 0 sampai 59 bulan di seantero Pulau Jawa. Tidak luput juga di daerah tempat tinggalku di bilangan Kramat Jati, Jakarta Timur. Bersama ibu-ibu kader Posyandu dan seorang bidan swasta, aku dan istri ikut terlibat dalam memberikan suntikan vaksin campak.

Terbayang ya bagaimana kondisi Posyandu kami hari Selasa lalu dari ilustrasi kalimat-kalimat di atas. Lebih dari 400 balita datang pada hari itu, selama lebih dari 4 jam pelaksanaan PIN. Posyandu yang mengambil tempat di rumah Bapak Ketua RT itu penuh sesak dengan ibu-ibu yang menggendong dan menggandeng anak-anak mereka.

Apa sih gunanya vaksinasi campak?
Penyakit campak atau measles dalam bahasa Inggris, disebabkan oleh virus Rubeola yang masuk ke dalam tubuh (bedakan dengan Rubella atau campak Jerman). Tandanya berupa bintik-bintik kemerahan seluruh tubuh yang menonjol, khasnya dimulai dari belakang telinga. Seringkali disalahartikan dengan tampek yang terminologinya mengarah pada Roseola, atau rash (kemerahan) 'biang keringat' (miliaria). Adanya gejala tambahan seperti demam, pembesaran kelenjar getah bening belakang telinga, bercak putih di bagian dalam pipi dan lidah, bila berkomplikasi dapat menimbulkan penyakit serius seperti pneumonia (radang jaringan paru), diare berat, sampai radang selaput otak, yang semuanya berpotensi menyebabkan kematian. Departemen Kesehatan dalam situsnya menjelaskan dalam setiap tahunnya tercatat 777 ribu kematian akibat campak di seluruh dunia, dengan 15%-nya 'disumbangkan' oleh Indonesia. Imunisasi tambahan (crash program) di luar imunisasi rutin (usia 9 bulan) dapat menurunkan angka kematian hingga 48%.

Lalu bagaimana kalau anak sedang sakit batuk-pilek, boleh diimunisasi campak, tidak?
Batuk-pilek bukanlah kontra indikasi imunisasi, baik campak, maupun imunisasi-imunisasi lain pada umumnya, sekalipun imunisasi DPT yang menimbulkan demam. Hal ini masih banyak disalahpahami oleh petugas kesehatan sekalpiun, termasuk dokter, bidan, dan dokter spesialis anak yang tidak berani memberikan vaksinasi/imunisasi jika seorang anak sedang batuk-pilek. Padahal keadaan seperti demam ringan, diare tanpa dehidrasi, dan riwayat kejang demam sekalipun bukan kontra indikasi imunisasi. Yang tidak boleh diimunisasi adalah demam lebih dari 40-41 derajat selsius, anak dengan kondisi daya tahan tubuh terganggu (HIV-AIDS, kanker/keganasan), dan alergi terhadap zat yang terdapat dalam vaksin (sangat jarang sekali).
Jadi... apa alasan untuk menunda imunisasi jika sekedar sakit ringan? Padahal kerugian akibat imunisasi terlambat dan tidak tepat waktu (kalau setiap bulan kena batuk-pilek, apalagi cuaca seperti ini, kapan diimunisasinya?) jauh lebih berat. Lihat saja dampak campak pada balita.

Lalu bagaimana jika jarak vaksinasi terlalu dekat? Misalnya sekarang usia 8 atau 10 bulan ikutan PIN Campak, padahal umur 9 bulan dapat juga di Posyandu (di Jakarta umumnya tiap tanggal 27 setiap bulannya). Measles vaccine adalah virus campak yang dilemahkan. Artinya mengandung virus hidup. Secara garis besar, ada dua jenis vaksin: mengandung kuman mati (misalnya DPT, Hepatitis B) dan mengandung kuman hidup (BCG, Campak, Polio, Varisela/cacar air). Keterangan lengkapnya tidak dijelaskan pada tulisan ini. Center for Disease Control (CDC) Amerika Serikat memberikan keterangan jarak antar pemberian vaksin 'hidup' sekurang-kurangnya 4 minggu. O ya, jangan lupa, prinsip dasar vaksinasi/imunisasi adalah memberikan antigen (kuman) untuk merangsang antibodi (daya tahan tubuh). Lengkapnya tidak dijelaskan di sini (mungkin bisa lewat ceramah tatap muka ya? Hehehe).

Kesimpulannya adalah: pemberian vaksin campak yang berdekatan minimal 4 minggu, dianggap sebagai booster (penguat) dosis kekebalan tubuh yang sudah ada sebelumnya. Namun untuk kondisi pemberian vaksin campak yang terkandung dalam 'paket' MMR (measles mumps rubella) umur 12-18 bulan, jarak untuk mendapatkan campak sesudahnya (via PIN Campak) minimal 6 bulan. Makanya dalam form isian campak yang kami isi kemarin, ada pernyataan: kapan terakhir mendapatkan imunisasi campak?

Mudah-mudahan tidak bingung dan dapat dipahami oleh petugas kesehatan lainnya.

Begitulah sekilas saja tentang campak. Berada di tengah-tengah kerumunan ibu-ibu dan anak-anak yang tidak mengantri dengan tertib, kesulitan menjaga posisi jarum yang ditarik oleh lengan si anak ketika merasa kesakitan.... oaaa... menangislah mereka, sehingga tetesan polio dan vitamin A mudah masuk. Hehehe.

Nggak kapok deh melayani suntik campak. Enam bulan lalu di pedalaman kelapa sawit nun jauh di Muaro Jambi sana, dan kini di tengah-tengah kepungan busway ibukota.

15 comments:

Gerda said...

dokter, apa khabar. mohon bantuannya.

saya membaca bahwa menurut rekomendasi IDAI, imunisasi HIB diberikan 4 kali (2 ,4, 6 dan 18 bulan).

sementara anak saya, christabelle (sebentar lagi 3 tahun) hanya mendapat imunisasi HIB sebanyak 3 x sesuai dengan jadwal di buku imunisasi nya dari RSB asih.

yang saya mau tanyakan, apakah anak saya perlu diberikan HIB ke-4 ?? sebab menurut RSnya, sekarang ini mereka sudah mengikuti jadwal imunisasi baru dengan 4 x HIB.

mengutip keterangan IDAI
"Apabila mempergunakan Hib-OMP, Hib-3 pada umur 6 bulan tidak perlu diberikan."

apakah ACL (atau Aci??) HIB itu sama dengan HIB OMP? dan dengan demikian anak saya (anak saya mendapat ACL HIB) tidak perlu mendapat HIB ke-4 karena Hib 3 memang tidak perlu diberikan??

saya agak bingung. membaca di website group sehat, tertulis jadwal Hib adalah:

"Semua bayi berumur 2, 3 dan 5 bulan perlu diberi imunisasi Hib Imunisasi Hib diberikan sebanyak 3 dos. Umur Dos: 2 bulan Dos 1, 3 bulan Dos 2, 5 bulan Dos 3"
Yang mana yang harus diikuti? 3 kali atau 4 kali?


Ditunggu jawabannya. Thanks banget yah dok.

Gerda, proud mom to Belle (almost 3 yrs young)

arifianto said...

Di Indonesia, vaksin HIB tunggal (bukan kombo dengan DPT atau DaPT) yg beredar terdiri atas PRP-OMP (ada tambahan/konjugasi dengan membran protein luar dari bakteri Neisseria meningitidis) dan PRP-T (konjugasi dengan toksoid tetanus/TT). Di Panduan IDAI dijelaskan jika menggunakan HIB OMP, maka pada umur 6 bulan tidak perlu mendapatkan HIB-3 (setelah umur 2 dan 4 bulan), karena kadar imunitas yang diberikan pada umur 4 bulan (HIB-2 dengan OMP) bisa bertahan sampai saat diberikan HIB umur 15 bulan. Tetapi kalau menggunakan HIB PRP-T, tetap diberikan HIB-3 pada 6 bulan, dan HIB-4 pada 15 bulan. KESIMPULANNYA: kalau pakai HIB PRP-T, maka diberikan 4x (2,4,6,15 bulan), kalau HIB PRP-OMP 3x (2,4,15 bulan). Tapi kalau kita tidak tahu persis jenis vaksin yg diberikan, tahunya HIB saja, berikan saja 4x.
Bagaimana kalau isinya kombo dengan DPT/DaPT? Coba di-browse lebih lanjut, dan jawaban bisa di-share di milis SEHAT.
Mengenai Belle, pada umur berapa saja dia diberikan? Kalau diberikan hanya 3x, tapi yg terakhir (ketiga) umur 15-18 bulan, maka tidak perlu dapat lagi. Saya juga belum menemukan mengenai ACL HIB. Mari kita sama-sama browse lebih lanjut, dan share ke milis.

arifianto said...

Ini jawaban paling lengkap tentang HIB. Kombo isinya HIB PRP-T. Saya ambil dari http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg02742.html

HIB

Vaksin HIB dibuat dari kapsul polyribosyribitol phosphate (PRP) yang

menentukan virulensi dari HIB. Saat ini vaksin HIB yang beredar merupakan

konjugasi PRP dengan protein dari komponen bakteri lain.

Di Indonesia ada 2 jenis yang beredar:

1. Konjugasi dengan membran protein luar dari Neisseria

meningitidis yang disebut sebagai PRP-OMP (Pedvax)

2. Konjugasi dengan toksoid tetanus yang disebut PRP-T (Act-Hib, Hiberix

atau dalam bentuk kombinasi Tetract-HIB dan Infanrix-HIB)

Keduanya menunjukan efikasi dan keamanan sangat tinggi dan dapat

digunakan bergantian atau kombinasi.

Jadwal pemberian:

- PRP-T diberikan 3x sebagai imunisasi dasar (usia 2 bulan, 4 bulan dan

6 bulan) dan PRP-OMP diberikan 2 x sebagai imunisasi dasar (2 bulan dan 4

bulan), ulangan umumnya diberikan 1 tahun setelah imunisasi terakhir. Titer

PRP-T bertahan lebih lama dibanding PRP-OMP.

- Bila suntikan pada bayi berusia 6 bulan - 1 tahun, 2 kali sudah

menghasilkan titer protektif. Bila suntikan pada bayi berusia > 1 tahun, cukup

1 kali tanpa perlu booster. Hal ini sering menyebabkan dokter menunda

pemberian vaksin HIB sehingga memerlukan dosis lebih sedikit.

Pendapat ini SALAH karena HIB lebih sering menyerang bayi kecil, 26%

terjadi pada bayi usia 2-6 bulan dan 25% pada bayi usia 7-11 bulan (CDC).

Kasus termuda di Jakarta usia 3 bulan.

Sumber: Pedoman imunisasi di Indonesia - Satgas imunisasi IDAI

Apa itu Hib?

Hib adalah singkatan untuk Haemophilus influenzae type b, sejenis bakteria

yang menyebabkan penyakit yang dapat berakibat fatal, seperti:

Radang selaput otak ( Meningitis) -jangkian pada selaput otak dan saraf

tunjang Radang paru- paru (Pneumonia) - jangkitan pada paru- paru Radang

epiglotis ( kerongkong ) - jangkitan pada epiglottis Keracunan darah (

septicaemia ) - jangkitan darah Radang sendi - jangkitan pada sendi

Penyakit Hib, jangkitan HIV dan Hepatitits B BUKAN satu penyakit yang

sama. Vaksin pencegah Hepatitis B adalah vaksin Hepatitis B manakala

vaksin penyakit Hib adalah vaksin Hib.

Mengapa penyakit Hib berbahaya?

Mudah berjangkit terutama dikalangan kanak- kanak Mudah merebak

Biasanya menyebabkan penyakit yang fatal atau membawa maut. Jangkitan

Hib pada selaput otak bisa mengakibatkan kecatatan otak yang kekal.

Siapa yang bisa terjangkit penyakit Hib?

Penyakit Hib kerap berlaku dikalangan kanak- kanak bawah umur 5 tahun.

Risiko jangkitan adalah paling tinggi dikalangan kanak- kanak berumur

dibawah 1 tahun. Pengaulan rapat dengan kanak- kanak yang dijangkiti Hib

meningkatkan risiko mendapat penyakit Hib.

Bayi yang mendapatkan ASI, akan mendapat perlindungan daripada

penyakit Hib, namun begitu, Imunisasi masih diperlukan untuk mendapat

perlindungan maksimal.

Bagaimana penyakit Hib merebak?

Penyakit Hib boleh merebak apabila orang yang dijangkiti batuk atau bersin.

Boleh juga merebak melalui perkongsian barang mainan yang dimasukkan

kedalam mulut.

Bagaimana penyakit Hib bisa dicegah?

Penyakit Hib bisa dicegah melalui imunisasi Hib. Imunisasi Hib tidak dapat

melindungi kanak- kanak daripada mendapat penyakit yang disebabkan oleh

bakteria/ virus yang lain. Kanak- kanak mungkin boleh mendapat lain jenis

jangkitan radang paru- paru, radang selaput otak atau selesma.

Kapan imunisasi Hib diberi?

Semua bayi berumur 2, 3 dan 5 bulan perlu diberi imunisasi Hib Imunisasi

Hib diberikan sebanyak 3 dos. Umur Dos: 2 bulan Dos 1, 3 bulan Dos 2, 5

bulan Dos 3

Bagaimana imunisasi Hib diberi?

Imunisasi Hib diberikan secara suntikan dibahagian otot paha. Imunisasi ini

diberikan dalam satu suntikan bersama imunisasi Difteria, Pertussis dan

Tetanus (DPT). Juga boleh diberikan bersama imunisasi lain seperti

imunisasi Hepatitis B.

Apakah efek samping imunisasi Hib?

Imunisasi Hib adalah AMAN Kesan sampingan(=efek samping) yang berlaku

biasanya ringan dan tidak berbahaya berbanding jika mendapat penyakit Hib

atau komplikasinya.

Walau bagaimanapun, sakit, bengkak dan kemerahan boleh berlaku

ditempat suntikan. Ini selalunya berlaku dari 1hingga 3 hari selepas

imunisasi. Kadangkala, kanak- kanak boleh juga mendapat demam untuk

masa yang singkat selepas imunisasi.

Q-A dg dr Wati milis sehat ttg imunisasi hiB

Kapan dan manfaat HIB

Question : Saya ibu dari 1 anak yg kini usianya 3.5 bulan , hingga saat ini

saya masih ragu ( tepatnya cemas karena banyak info yg mengkhawatirkan

ttg imunisasi HIB ) , mohon utk dijelaskan apa fungsi imunisasi HIB dan

kapan waktu yg tepat harus diberikan , serta apa dampaknya bila imunisasi

tersebut tidak diberikan , terima kasih .

Salam .Nining

Answer : Dear NiningTerimakasih banyak atas emailmusaya posting kembali

email saya perihal masalah yang sama yang pernahsaya kirim ke Maya

Imunisasi Hib diberikan ketika anak telah beusia 2 bulan.

Tergantungjenis vaksinasi yang digunakan, jika Hib PRP-t suntikannya

diberikan sebanyak 4x (2 bln, 4 bln, 6 bln, 15 bln-18 bulan ... dan ini yang

terbanyak di Indonesia) sedangkan jika yang diberikan Hib PRP-OMP

suntikannya diberikan sebanyak 3x (2 bln, 4 bln, 15 bln).

HiB adalah kuman yang menyerang saluran napas atas, tetapi

bisamenimbulkan komplikasi pneumonia dan meningitis .. kasihan kan anak-

anak kalau kena meningitis. Kalaupun sembuh umumnya cacat.

Nining, pelajarilah perihal; HiB ini dari berbagai situs di internet.yang bisa

dipercaya misalnya CDC, AAP, mayo clinic, MMWRNining harus banyak

membaca .. termasuk membaca email dan situs perihal manfaat imunisasi.

Bukankah imunisasi telah menyelamatkan ratusan juta jiwa manusia?

Imunisasi memiliki nilai kemanusiaan yang sangat tinggi.Kamu cemas apa

soal HiB?

wati

benova said...

Mau tanya dok, saya lg browsing mengenai imunisasi dan saya menemukan blog ini.
Kalow bersedia menjawab ya...

Anak saya skg 8bln, sejak dia umur 3.5bln kami pindah ke jepang. Dan tentu saja jadwal imun dan imun wajibnya berbeda dok.

1. Polio di jepang hny diberikan 1th 2x bln May dan Oktober.Sedangkan waktu seblm bergkt itu anak saya baru suntik 2x, dan yg ke-3 ini aagak terlambat menunggu bln okt ini. Nah, yg ke-4 itu saya musti nunggu bln mei thn dpn, sdgkan januari umur anak saya sdh 1th pdhal jdwal imun di indonesia umur <1th diberikan 4x. Bgmn ini dok? Apa boleh terlambat? Krn dokter ga bisa ngasih selain okt dan mei.

2.Pemberian imun yg tdk sesuai jadwal apa pengaruhnya?Dan jangka waktu pemberian imun per-1 dan berkutnya tdk sesuai jadwal apa tdk bagus lagi?Krn pemberian imun DPT dan Hep B ini tdk sesuai jadwal agak terlambat bbrp bulan dok.

3. Umur 2bln wkt di Indo, sdh dpt imun HiB yg kombo dg imun DPT. Tp unk berikutnya tdk dpt krn dijepang tdk ada sdh dihapus, mgkn akan diberlakukan thn dpn. Lalu bgmn ya dok?Klo berhenti begini, dan kalo mau suntik lg apa berarti mengulang dr pertama lg?

Saya tdk bisa begitu saja mengikutin imunisasi di jepang krn jumlahnya jadwalnya pun beda dan saya di jepang pun smp 2th lg, dan kembali ke Indonesia lg.

Sebelumnya terimakasih ya, saya tidak tahu kemana unk bertanya pd dokter anak di indonesia.

Salam, Nova

arifianto said...

Bu Nova, saya coba jawab ya:

1. Saya koreksi, mungkin maksudnya yang polio di Indonesia itu polio oral/OPV (tetes, bukan suntik). Polio suntik (IPV) juga ada, namun di Indonesia tidak diberikan ini. Saya tidak tahu dengan Jepang, kemungkinan Jepang menggunakan IPV, mengingat sudah hampir tidak ada kasus polio lagi disana.
Jumlah pemberian OPV 2x di Indonesia memang masih kurang. tujuan vaksin diberikan selama bbrp kali (booster) adalah untuk membentuk kadar antibodi terhadap polio yang bisa bertahan seumur hidup. Memang seharusnya mendapatkan 4x dosis OPV sampai umur 1 tahun untuk menciptakan kadar antibodi ini. Jika memang di Jepang harus mengikuti jadwal tersebut, coba minta dulu ke Departemen Kesehatan di sana via Kedutaan untuk mendapatkan imunisasi seperti jadwal di Indonesia. Jika benar-benar tidak bisa, begitu kembali ke Indonesia, anak ibu harus langsung mendapatkan OPV.

2. Pemberian imun yg tdk sesuai jadwal akan membuat kadar antibodi belum terbentuk sesuai target, dan ada kemungkinan anak akan terkena penyakit-penyakit yg seharusnya bisa dicegah dengan imunisasi ini di masa-masa yg 'lowong' imunisasi. Untuk mengatasi keterlambatan ini, ada yg namanya 'catch up'. Jadi tidak apa-apa, dilengkapi saja meski terlambat.

3. DPT+Hib sudah dihapus di Jepang? Wah, hebat sekali Jepang ya, sudah mampu membuat kasus kesakitan akibat DPT+Hib menjadi 0. Amerika dan Eropa saja masih ada DPT+Hib. Kalau polio saya masih bisa paham. Ya sudah, usahakan tetap dapat DPT+Hib, kalau benar-benar tidak mungkin, segera suntik DPT+Hib sesampai di Indonesia.

Saya jadi tertarik untuk mendapatkan jadwal imunisasi Jepang. Mohon dapat share kesini ya. Bu nova juga bisa diskusi panjang tentang vaksin di milis SEHAT di http://groups.yahoo.com/group/sehat

Apin

benova said...

Wah terimakasih buat jawabannya ya.
Tapi saya perlu koreksi jg bbrp hal hehehe:
1. Polio di jepang msh pakai oral (OPV ya). Barusan ini anak saya dapat imunisasi polio. Ya itu di jepang 1th hanya 2x. Mmg disana hny diwajibkan 2x saja. Jadi total anak saya udah dpt 3x, tp selang waktunya dg yg ke-2 cukup lama 5bln nih. Sedangkan saya thn dpn mgkn pulang Januari/Feb dimana anak saya berarti sdh 1th. Jadi kurang 1x. Apakah lbh baik terlambat drpd tidak? Saya takutnya kadar antibodi tdk terbentuk sempurna dong.

2. DPT sudah lengkap. Hep-B jg sudah lengkap meskipun yg ke-3x selang waktunya 4bln.

3. Yg dihapus di jepang adl imun HIb bukan DPT+Hib. DPT msh diwajibkan 3x seblm 1th. Jadi anak saya udah dapat Hib yg waktu itu dikombinasikan dg DPT (di Indonesia), tp akhirnya disini tdk diteruskan.

4. Di jepang juga tdk ada imun MUmps, jadi cuman MR saja (Measles and Rubella), nah saya jd bingung bgmn nanti ya kalo anak saya udah 1th perlukah diberi vaksin Mumps juga?

Ohyah disini imunisasi yg wajib,smua gratis. Hanya saja polio ini sudah ada jadwal tetapnya yi Mei dan Oct, kalo minta di luar jadwal itu tidak bisa. Kalo imun yg lain bisa tdk ada bulan yg tetap, kalo anaknya sdh waktunya imun ya dibw ke RS minta imun gitu aja. Kemarin imun Hep B, mreka bisa sediakan tp harus membayar sekitar 4200yen. Tapi imun Hib ini yg sdh tidak ada, dan kemungkinan tahun depan diberlakukan lagi tp entah mulai bulan apa.

Berikut ini jadwal imun di Jepang:
1. Tuberculin test&BCG-->1x, umur 3bln jika tuberculin test nya negatif.

2. Polio-->2x only in May and October

3. DPT--> kira2 mulai umur 6bln diberikan 3x dg selang waktu 3-8minggu, dan 1x dg selang waktu 6-18bulan dari yg pertama (sekitar umur 18bln), lalu yg 2nd stage: umur 11tahun 1x.

4. measles--> umur 1th 1x

5. Rubella--> umur 2th 1x

6. Japanese Encephalitis-->step 1: 3x: mulai umur 3th, selang waktu 1-4minggu, lalu selang 1th.
step ke-2: 1x umur 9th; step ke-3: umur 14th 1x.

Nah sekian, kiranya saya kalau ada pertanyaan boleh bertanya lagi ya Dok, terimakasih.

Ditha Ayudianti Wahyudi said...

Halo dokter..

saya ibu dari seorang Putri bernama Alundra ..( sebentar lagi 11 Bulan ) karena keteledoran saya,karena bekerja..dia vaksinasi`nya tidak lengkap hanya dapat HEp.B dan BCG..saya di anjurkan untuk MMR tapi karena ragu tentang isue autis jadi saya belum melakukan`nya...

apa yang saya harus saya lakukan dok ?..terima kasih

arifianto said...

11 bulan: belum terlambat! Langsung catch up untuk: DPT+Hib+polio+campak+HepB ulangan. Nanti MMR umur 15 bulan. Isu MMR menyebabkan autisme tidak terbukti sampai sekarang. So.. no need to worry.

MamaZara said...

Hi Dokter Anto,
Keponakan saya (25mos) ternyata blm di imunisasi HIB & MMR.
Bgmn yaa catch up schedulenya?
Terlambat gak Dok?
Mohon advice and bantuannya ya Dok.

Thanks a bunch,
MamaZara

nova said...

wah...kebetulan ada blog dokter yg lg bahas imunisasi..meski udah lama sekali...
dokter..saya mau tanya...
saya punya baby,umurnya 7 bulan...karena saya terlalu percaya klinik imunisasi tempat anak saya imunisasi..saya g pernah ngecek di buku imunnya..
ternyata waktu saya cek..anak saya belum imunisasi hepatitis yg ke-2..tp DPTnya udah lengkap...sya pake imun DPT yg aseluler..
setahu saya kan imunisasi hepatitis b 3x...
apa anak saya udah terlamabat unutuk di imunisasi..?
apa langsung imunisasi hepatitis yang ke-3..?
mohon jawabannya y dok...
terima kasih

Noviana Wulandari said...

Halo dokter...
Saya mau tanya dong, mohon djawab yaa...
Anak sy usianya 18 bln pd tgl 4 april kmrn, blm dpt imunisasi campak. Tp dl saat usia 7bln sdh pernah kena campak. Pdhl bln ini hrs imunisasi yg utk usia 18 bln. Sy hrs gmn y dokter? Msh hrs sy imunisasi campak kombinasi/MMR atau tdk y? Katanya bisa dberikan pd usia 18bln jg, tp jarak pemberian MMR dg imunisasi sblmnya minim 1bln.kl 1 bln lg, brarti anak sy usianya udh 19bln. Sy hrs gmn y dokter? Mohon bantuannya. Terimakasiihhhh...

Noviana Wulandari said...

Halo dokter...
Saya mau tanya dong, mohon djawab yaa...
Anak sy usianya 18 bln pd tgl 4 april kmrn, blm dpt imunisasi campak. Tp dl saat usia 7bln sdh pernah kena campak. Pdhl bln ini hrs imunisasi yg utk usia 18 bln. Sy hrs gmn y dokter? Msh hrs sy imunisasi campak kombinasi/MMR atau tdk y? Katanya bisa dberikan pd usia 18bln jg, tp jarak pemberian MMR dg imunisasi sblmnya minim 1bln.kl 1 bln lg, brarti anak sy usianya udh 19bln. Sy hrs gmn y dokter? Mohon bantuannya. Terimakasiihhhh...

Noviana Wulandari said...

Halo dokter...
Saya mau tanya dong, mohon djawab yaa...
Anak sy usianya 18 bln pd tgl 4 april kmrn, blm dpt imunisasi campak. Tp dl saat usia 7bln sdh pernah kena campak. Pdhl bln ini hrs imunisasi yg utk usia 18 bln. Sy hrs gmn y dokter? Msh hrs sy imunisasi campak kombinasi/MMR atau tdk y? Katanya bisa dberikan pd usia 18bln jg, tp jarak pemberian MMR dg imunisasi sblmnya minim 1bln.kl 1 bln lg, brarti anak sy usianya udh 19bln. Sy hrs gmn y dokter? Mohon bantuannya. Terimakasiihhhh...

BMB GROUP said...

Eh, Ada yang butuh KULKAS VAKSIN UNTUK penyimpanan vaksin ga?
Bisa diminta dikirimkan untuk ke seluruh indonesia lho

KULKAS VAKSIN

klik aja , liat dulu gapapa

Muhammad Raifan said...

Anak sy 9m, bsok tgl 12 Juli 2017 adalah jadwal vaksin campak, apakah bulan September 2017 nanti boleh vaksin MR ? Terima kasih