Friday, January 22, 2016

Mempermasalahkan Tinggi Badan Anak

Minum susu tinggi kalsium bisa buat badan tambah tinggi? Kan begitu kata iklan, kalo nggak salah. Anaknya lebih pendek, trus dia minum susu tinggi kalsium dan bertambahlah tingginya menyamai kawannya yang sebelumnya lebih tinggi.
Hehe, memangnya tinggi badan hanya dipengaruhi oleh asupan kalsium semata? Tentu saja tidak. Faktor genetik (keturunan) sangat berpengaruh. Jika ayah-ibu anak ini memang memiliki perawakan pendek (short stature), tentunya sangat wajar jika anak mereka ternyata lebih pendek dari kawan-kawan sebayanya. Meskipun si anak sudah minum tinggi kalsium setiap hari.
Malahan, bisa jadi anak ini mengalami efek samping kebanyakan minum susu. Misalnya, makannya kurang karena sudah kenyang dengan susu. Lalu risiko anemia defisiensi besi karena asupan kalsium yang tinggi mengurangi penyerapan zat besi di saluran cerna. Dan risiko sembelit.
Apakah anak yang pendek bisa dipacu pertumbuhannya menjadi tinggi dengan renang?
Saya belum jawab dulu. Posting kali ini sebenarnya ingin sedikit membahas tentang perawakan pendek (short stature) pada anak. Apa artinya? Short stature adalah tinggi badan anak yang berada di bawah persentil 3 atau minus 2 Z-score di kurva pertumbuhan (growth chart). Apa pula artinya ini? Silakan browsing tentang growth chart atau cari sekilas di arsip timeline saya. Nah, ketika secara objektif anak dikategorikan pendek menurut kurva pertumbuhan, maka harus ditentukan, apakah termasuk perawakan pendek yang normal (wajar/fisiologis), atau abnormal? Termasuk fisiologis jika dikategorikan familial short stature (memang keturunannya pendek/genetik) atau constitutional delay (sekarang pendek, nanti ketika menjelang/saat sudah pubertas menjadi tinggi sama halnya dengan kawan-kawan sebayanya). Bagaimana membedakan kedua hal ini? Menggunakan bone age (foto ronsen telapak tangan untuk melihat usia tulang) salah satunya. Jika memang dokter menyimpulkan anak Bapak/Ibu masuk ke dalam perawakan pendek fisiologis ini, maka jangan berkecil hati.
Apakah tidak ada usaha yang bisa dilakukan untuk menaikkan tinggi badan anak kita? Berenang misalnya?
Sampai saat ini, saya belum menemukan literatur yang cukup "sahih" menjelaskan masalah ini, sehingga saya tidak dapat menjawabnya. Terlepas dari hal ini, berenang adalah olahraga yang sangat baik bagi anak kita. Tetapi jika sudah merutinkan anak berenang dan belum mendapatkan kenaikan tingginya menyamai kawan-kawannya, ya jangan berkecil hati bila pendeknya memang familial. Pastikan nutrisi anak yang seimbang sudah terpenuhi. Jangan sekedar mengandalkan minum susu saja.
Satu lagi, jangan khawatir juga, ada yang namanya secular trend in growth and puberty.
--bersambung--

1 comment:

IndLest said...

Dokter mengapa anak saya susah sekali naik berat badannya. Dari 3 anak sy, semua kurus (tinggi melebihi anak seusianya). Padahal makan sdh bergizi dan alhamdulilah mereka sehat. Sering merasa minder sj kalau berkumpul dg saudara2 dibilangin anak2 kurus. Yg I, 14th, 165 cm, 46 cm. Yg II, 12 th, 150cm, 30kg, Yg III, 5 th, 120cm, 20 kg.