Memangnya bayi harus pakai minyak telon?


"Bu, bayinya pakai minyak telon ya?" tanya saya, menunjuk pada kulit dada, perut, dan punggung yang kering. Bayi di hadapan saya ini umurnya 2 bulan. Tampak aktif. Datang untuk kunjungan imunisasi.

"Iya," jawab si Ibu. 

"Kenapa pakai minyak telon?" tanya saya lagi.

"Supaya hangat. Dan nggak kembung," jawabnya.

(Saya mau nambahin jawaban lagi: disuruh neneknya. Tapi nggak tega. Sudah cukup lah, saya "dimusuhi" para nenek :-D )

Biasanya saya akan mengembalikan lagi pertanyaannya: memangnya kalau nggak dikasih minya telon, bakalan kembung? Kalau nggak dikasih minyak telon, nanti kedinginan? Atau alasan lain seperti: enak Dok, baunya. Bau bayi...

Penggunaan minyak pada bayi, sejak bayi baru lahir bahkan, memang adalah tradisi. Pemberian minyak telon, dan sebagian kecil lainnya minyak kayu putih, adalah kebiasaan yang sudah turun temurun dilakukan pada bayi-bayi kita. Rasanya kurang lengkap jika tidak memberikan minyak telon setelah bayi dimandikan dan dipakaikan baju. Mari kita kupas satu satu.

- Benarkah pemberian minyak telon bisa mencegah bayi kembung? Maka jawaban saya: definisi kembung pada bayi itu subjektif. Apa ciri ciri bayi kembung? Perut buncit? Bunyi "dung dung" ketika diketuk perutnya?
Ketahuilah bahwa struktur perut bayi dan balita memang tampak buncit, tapi tidak berarti "kembung" penyakit. Lah, kan bunyinya dung dung saat diketok. Wajar dong. Apa isi lambung? Air (susu), makanan, dan udara. Bayi masih sering menangis, kan? Campuran semua itu menciptakan bunyi "dung dung" yang wajar pada bayi.
Yang tidak wajar adalah: ketika perut membuncit, disertai muntah hijau berulang, akibat sumbatan saluran cerna.

- Minyak telon dan sejenisnya bisa memberikan kehangatan. Iya, bisa saja. Tapi jika khawatir bayi kedinginan, mengapa tidak memakaikan baju hangat saja? Lengan panjang, dan celana panjang. Tapi jangan salah, kadang orangtua mempunyai kekhawatiran berlebihan. Justru bayi senang dengan cuaca dingin. Ia akan banyak berkeringat ketika memakai pakaian dalam dan luar (2 lapis). Bayi yang mempunyai kecenderungan "biang keringat" akan menjadi tidak nyaman karena gatal akibat beruntusan. Si bayi lebih senang memakai pakaian tanpa lengan, tapi orangtua dan neneknya (maaf ya nenek, lagi lagi :-)) khawatir bayinya "masuk angin" dan memaksakan menggunakan baju tebal dan minyak telon.

- Tidak jarang saya menjumpai bayi bayi dengan dermatitis kontak (alergi kulit, akibat teriritasi/hipersensitif) akibat minyak telon. Kulit bayi jadi kering, merah, bahkan sampai mudah luka. Semata mata akibat bayi "tidak cocok" dengan penggunaan minyak, atau kosmetik bayi lain. Padahal niat orangtuanya baik, tapi bayinya yang tidak cocok.

Jadi... tidak perlu khawatir lagi ya jika tidak pakai minyak, bedak, atau apapun setelah bayi mandi. "Ritual"-nya cukup: mandi, boleh pakai sabun dan sampo bayi, lalu... langsung pakai baju aja. Nggak usah ditambahi macam macam.

Selamat merawat bayi Anda 😁



Comments

Unknown said…
Di daerahku cuacanya lagi dingin, pagi bisa sampai 17°. Apakah bayi tetap tidak boleh pake minyak telon?

Popular posts from this blog

Sariawan itu obatnya apa? Nistatin? Emangnya #sariawan itu penyakit akibat infeksi #jamur? Kan nistatin obat jamur. Bener nggak sih?

Selamat Merokok!

Demam lebih dari 3 hari harus diperiksakan ke laboratorium?