Thursday, August 20, 2015

Pembesaran kelenjar getah bening, normalkah?

Ibu muda beranak satu ini tampak cemas. Putranya yang berusia 2 tahun asyik bermain di ruang periksa. Tidak tampak sakit sama sekali.
"Seminggu ini saya meraba benjolan di leher anak saya. Ada beberapa, sekitar empat buah, tersebar di kanan-kiri. Bahaya tidak?" Si Ibu bertanya.
"Sedang batuk-pilek?" tanya saya lagi.
"Sudah sembuh. Sekitar 2 minggu yang lalu."
Pertanyaan saya sudah terjawab, batin saya dalam hati.

Saya yakin mayoritas Anda sudah bisa menjawab, apa benjolan yang dikeluhkan sang Ibu. Ya, benar. Pembesaran kelenjar getah bening (KGB). Lalu apakah pembesaran KGB ini wajar? Bukankah kanker KGB ditandai dengan pembesaran di awal? Begitu juga kemungkinan tuberkulosis (TB) kelenjar? Haruskah dicek laboratorium? Periksa ronsen dada? Tes Mantoux? Dan masih banyak pertanyaan lain yang mungkin muncul.

Semua orang memiliki KGB. Pada anak-anak, pembesaran KGB lebih mudah teraba, bahkan sampai terlihat. Apa penyebabnya? Macam-macam. Tapi yang tersering adalah infeksi virus maupun bakteri di saluran napas atas. Misalnya ketika anak mengalami selesma alias batuk-pilek, maka KGB-KGB leher bisa membesar, sebagai bentuk reaksi tubuh melawan kuman. Kita pahami bahwa KGB penuh dengan sel-sel darah putih yang berusaha menghancurkan virus dan bakteri yang masuk. Ketika selesma sembuh, tidak jarang KGB yang sudah terlanjur membesar ini tidak kembali ke ukuran semula yang awalnya tidak teraba. Umumnya diameter sampai 12 mm masih dianggap wajar untuk pembesaran KGB pada anak.

Lalu kapan kita khawatir pembesaran KGB dicurigai sebagai penyakit yang tidak wajar?

Yang harus saya tekankan lagi adalah: semua orang hidup punya KGB! Tetapi ada yang membesar, dan ada yang tidak. Pada anak-anak, pembesaran KGB mayoritas adalah kondisi yang wajar (akibat infeksi sebelumnya). Pada dewasa sebaliknya, jika ada pembesaran KGB, maka harus segera dicaritahu apa penyebabnya?

Kapan pembesaran KGB pada anak harus dianggap mengkhawatirkan?

1. Ketika dicurigai TB Kelenjar. Sebenarnya memastikan diagnosis TB pada anak, termasuk TB kelenjar, tidaklah mudah. Jika ingin dipastikan hampir 100%, maka pemeriksaan yang ideal adalah biopsi jarum halus (fine needle aspiration biopsy/FNAB) untuk mengambil jaringan KGB dan melihatnya di bawah mikroskop. Tetapi ada beberapa ciri yang bisa mengarahkan kecurigaan ini, seperti:
- benjolan berjumlah lebih dari satu dan saling menempel (berkonfluens). Ada yang menyebutnya menyerupai "kalung mutiara". Meskipun tidak harus sama persis seperti ini.
- diameter benjolan cukup besar, lebih dari 10-12 mm
- ada ciri-ciri lain yang mengarah pada TB (silakan cari tulisan lama saya tentang TB pada anak, dan sistem skoring TB)

2. Jika dicurigai kanker KGB, misalnya limfoma, atau penyebaran dari kanker di organ tubuh lain (leukemia, tumor padat lain). Ciri-cirinya antara lain:
- perabaannya keras (KGB pada keadaan normal teraba lunak) dan seringkali tidak tegas batasnya
- pembesarannya bersifat progresif, artinya makin lama makin membesar, bahkan beberapa ukurannya cukup ekstrem (lebih dari 24 mm) dan "menyeramkan". Jumlahnya juga cenderung bertambah
- disertai dengan tanda-tanda keganasan (kanker) lain, seperti pucat (anemia), berat badan makin turun, dan demam berkepanjangan

Ada beberapa kondisi pembesaran KGB yang sebenarnya tidak mengkhawatirkan, tetapi jumlah KGN yang teraba cukup banyak dan bisa mencapai 12 mm, misalnya pada mononukleosis infeksiosa akibat infeksi virus, yang akan sembuh sendiri.

Apakah pembesaran KGB butuh diberikan antibiotik? Ya jika infeksinya bakteri, dan TIDAK jika infeksinya virus (silakan baca threads sebelumnya tentang beda infeksi virus dengan bakteri). Dan faktanya adalah: mayoritas infeksi pada anak adalah akibat infeksi virus.

Kapan curiga pembesaran KGB akibat infeksi bakteri? Misalnya pada strep throat (sudah pernah saya bahas juga) dan adanya infeksi di rongga mulut seperti abses di gusi.

Sekian dulu. Semoga bermanfaat

2 comments:

BL Kedua said...

Kunjungi juga website ini gan
Penyakit Kelenjar Getah Bening yang perlu anda ketahui

Niya Saad said...

Salam dokter,
saya mau tanya dok, anak saya 1 th 6 bulan bb nya 9.7kg, memang anaknya sulit sekali makan hanya mau minum susu.
Dibelakang kepala bagian bawah ada benjolan kecil sekali namun teraba lunak ada 2 dikanan dan 2 dikiri, dan dibawah rahangnya pun ada agak sedikit terlihat namun bila diraba benjolannyapun kecil dan lunak dan ada dikanan kirinya, mungkin terlihat karena anak saya ini lehernya pendek dok dan berlipat lipat jadi agak sulit membedakan apakah itu kelenjar atau tulang atau otot lehernya.. tapi anak saya ini aktif seperti biasa, tidak batuk, tidak pucat dan tidak pernah muntah2 kecuali jika dia sedang masuk angin setelah diajak berpergian namun jika malam dia berkeringat hanya dibagian belakang tubuhnya saja itupun kalau mau tidur dan sedang minum susu habis bermain lincah kesana kesini. saya sudah ke DSA dekat rumah dan disuruh melakukan biopsi karena sudah diberikan antibiotik selama 2 minggu tidak hilang juga. Saya khawatir sekali dok, karena analisa dokter adalah TB atau tumor. Mohon bisa dijawab dok kira-kira apakah wajar Kelenjar anak selalu teraba namun tidak membesar dan ada beberapa. Atau apakah anak saya alergi susu formula yg menyebabkan kelenjarnya membesar menetap seperti itu??