Wednesday, December 09, 2015

Inilah 3 kesalahan yang bisa terjadi ketika membaca petunjuk penggunaan parasetamol bagi anak!

Hampir semua orangtua tahu apa yang namanya obat penurun panas alias antipiretik bagi anaknya. Salah satunya adalah parasetamol atau asetaminofen. Bisa dikatakan, antipiretik adalah adalah satu "obat wajib" yang harus tersedia di rak obat di rumah. Orang dewasa pun menggunakannya. Siapa yang anaknya tidak pernah mengalami demam? Parasetamol dalam sediaan cair pun menjadi bekal tiap orangtua di rumah.
Tapi apakah semua orangtua tahu cara pakainya? Cukup dengan membaca saja petunjuk penggunaan di kemasan karton atau botol kaca/plastik yang ada? Warung serba ada di pinggir jalan pun menjual bebas obat ini, tanpa membutuhkan resep dokter.
Coba simak botol atau karton kemasan parasetamol di rak obat Anda. Benarkah aturan pakai parasetamol seperti di bawah ini?
Di bawah 2 tahun: gunakan parasetamol drops
2-6 tahun: gunakan parasetamol syrup
Di atas 6 tahun: gunakan parasetamol forte
Ada tiga (3) hal yang harus dipahami semua orangtua sebelum menggunakan parasetamol.
1. Kemasan obat mencantumkan sediaan parasetamol cair dalam bentuk mililiter (mL), bukan miligram (mg)! Padahal dosis obat ditentukan berdasarkan miligram per kilogram berat badan anak, bukan mililiter per kilogram BB.
Berapa dosis parasetamol? Ya, 10 - 15 mg/kg BB. Kita akan bahas cara pakainya kemudian.
2. Kemasan obat memberikan aturan pakai berdasarkan usia, bukan berat badan (BB)! Apabila Anda punya beberapa merek dagang parasetamol, baca baik-baik semua cara pakainya. Adakah yang memberikan informasi berdasarkan BB? Hmm, sepanjang pengamatan saya: tidak ada. Yang ada adalah: (contoh) usia < 1 tahun sekian mL, lalu 1 - 3 tahun sekian mL, dan > 3 tahun sekian mL.
Mungkinkan seorang anak yang berusia 1 tahun ada yang BB-nya 6 kg dan ada yang 10 kg, bahkan 15 kg? Apakah bisa disamakan dosisnya dalam mL?
3. Petunjuk yang saya jelaskan di atas "mematok"" sediaan drops adalah untuk usia sekian, sirup sekian, dan forte sekian. Bolehkah kita sebagai orang dewasa minum parasetamol sirup, bahkan drops? Atau bayi berusia 4 bulan minum parasetamol sirup?
Saya kenal orang dewasa yang sulit sekali menelan obat. Jadi jika diberikan pilihan parasetamol sirup dan parasetamol tablet untuk dikonsumsi saat ia demam, saya yakin ia akan memilih parasetamol sirup smile emoticon
Lalu apa yang membedakan sediaan drops, sirup, dan forte? Ini yang selalu kami bahas saat kerja kelompok dalam PESAT, seperti hari Ahad kemarin.
- Drops lebih pekat, makanya dalam jumlah mL yang kecil sudah mengandung mg yang cukup banyak. Hampir semua sediaan parasetamol drops seragam konsentrasinya, yaitu 80 mg/0,8 mL atau mudahnya 100 mg/1 ml.
- Sirup lebih encer, umumnya terdiri dari dua macam konsentrasi, yaitu 120 mg/5 mL dan 160 mg/5 mL, tergantung merek dagangnya
- Forte lebih pekat dibandingkan sirup, yaitu 250 mg/5 mL. Sebenarnya sediaannya sirup juga, hanya saja untuk anak yang lebih berat badannya.
Bagaimana penerapannya dalam kasus sehari-hari? Saya juga sudah bahas di buku "Orangtua Cermat Anak Sehat". Misalnya seorang anak berusia
tahun dengan BB 12 kg.
Pertama, tentukan dulu berapa dosis yang dibutuhkan anak ini. Yaitu 120 - 180 mg, sesuai rumus yang sudah dituliskan di atas.
Kedua, konversikan ke dalam mL. Nah, ini tergantung dengan sediaan parasetamol yang kita miliki di rumah. Jika menggunakan drops, maka Anda butuh 1,2 mL - 1,8 mL parasetamol. Dengan sirup 120 mg/5 mL. maka berikan 5 mL - 7,5 mL parasetamol, dan dengan sirup 160 mg/5 mL, maka 5 mL juga boleh (bukankah 160 mg berada dalam kisaran 120 - 180 mg?).
Sudah paham?
Nah, jika yang dimiliki parasetamol forte, boleh digunakan? Silakan saja, 125 mg setara dengan 2,5 mL parasetamol forte kan? Angka ini pun berada dalam kisaran dosis 120 - 180 mg. Maka silakan gunakan.
Apa kesimpulannya? Ya, asalkan Anda paham cara menghitung dosis dan berapa mL yang dibutuhkan, maka apapun sediaannya, silakan gunakan. Maka anak berusia 3 tahun masih boleh menggunakan parasetamol drops, bahkan forte.
Cobalah berlatih dengan anak Anda sesuai berat badannya.
Segini dulu ya. Mungkin kapan-kapan bisa kita bahas: mengapa harganya bisa berbeda-beda, mulai dari 3000 perak sampai 40 ribu rupiah? Padahal sama saja isinya: parasetamol grin emoticon
Selamat istirahat...
(gambar-gambar foto milik panitia Pesat Jakarta yang saya ambil dari Twitter @dokterapin)




1 comment:

Just tell the stories said...

Thank you Doc, nice info...:)