Wednesday, May 13, 2015

Bayi Grok-grok

Sambil menatap wajah si bungsu yang baru tertidur, saya mendengar bunyi napasnya yang agak mendengkur "grok-grok". Lalu teringatlah saya pada satu pertanyaan yang sangat sering diajukan orangtua. Bahkan kadang mereka membawa bayinya menemui saya hanya untuk menanyakan hal ini.
"Napas anak saya berbunyi "grok-grok". Apakah ini?"
Orangtua kadang menganggap bayinya dengan kondisi ini sebagai sakit pilek, sehingga mereka datang ke dokter untuk minta obat, bahkan "diuap". Benarkah ini?
Jika di dekat saya buku hijau "Orangtua Cermat Anak Sehat" tergeletak, maka saya akan membukakan salah satu halamannya dan membacakan "senjata andalan" saya.
"Bu, bayinya tidak sakit sama sekali. Ia tidak sedang pilek. Maka tidak perlu obat, disedot ingusnya dengan mulut Ibu (ada lho yang seperti ini, dan walhasil tidak ada ingus yang keluar), apalagi diuap (diterapi inhalasi). Saya juga tidak curiga bayinya alergi susu sapi, sehingga Ibu harus memantang makanan. Yang bayi Ibu alami adalah kondisi yang namanya "noisy baby"."
Apa pula itu?
Sambil menunjukkan halaman buku yang dimaksud, saya jelaskan.
1. Diameter saluran napas bayi saat baru lahir sampai usianya 6 bulan masih relatif sempit, sehingga udara yang melewati saluran napas ini, apalagi ditambah dengan adanya lendir, meskipun tidak banyak, akan menghasilkan suara nyaring, umumnya "grok-grok". Seiring bertambahnya usia, diameter saluran napas akan makin lebar dan bunyi ribut ini menghilang dengan sendirinya.
2. Bayi cenderung bernapas dengan hidung alias "nose breather". Kondisi ini makin memperjelas bunyi "grok-grok" yang ada, apalagi bila ada lendir.
3. Saluran napas bayi mudah bereaksi dengan benda asing yang ada, misalnya debu, asap rokok, dan alergen lainnya. Lendir adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh.
4. Ibu hanya perlu khawatir bila "grok-grok" ini disertai sesak napas yang ditandai dengan otot-otot dinding dada bayi yang bekerja keras.
Jadi....masih ada yang dikhawatirkan dari bayi Anda yang napasnya berbunyi "grok-grok"?

1 comment:

yulia Karlina said...

Klu ada sesak napasnya dok bgmn? yindakan apa yg dilakukan?