Monday, August 08, 2016

Sabar dan Gendong sebagai Obat

Selamat datang di musim batuk-pilek, alias selesma atau common cold. Ketiga anakku mengalaminya :-( Orang-orang dewasa di sekitarnya pun tertular. Demam, batuk, pilek, dan berhari-hari tidak sekolah. Musim ini tampaknya bermula selepas liburan akhir tahun kemarin. Apa yang harus dilakukan?

1. Berdoa kepada Allah agar diberikan kesabaran menghadapi anak-anak yang sakit (termasuk kita yang tertular), dan.memohon kesembuhan.

2. Memahami bahwa common cold adalah infeksi virus yang tentunya tidak membutuhkan antibiotik.

3. Mempelajari kapan harus ke dokter, yaitu ketika anak mengalami sesak napas (khawatir komplikasi pneumonia) dan dehidrasi. Maka obat terpenting adalah minum, minum, dan banyak minum agar tidak kekurangan cairan.

4. Paham bahwa demam, batuk, dan pilek adalah gejala, bukan penyakit. Maka tidak harus memberikan obat untuk semua gejala yang ada. Obat penurun panas hanya diberikan jika anak merasa tidak nyaman dan rewel. Obat batuk dan pilek tidak ada yang bermanfaat, bahkan berisiko efek samping. Inhalasi tidak diperlukan kecuali batuk atau sesak pada asma.

5. Menjadikan sabar dan gendong sebagai terapi yang tidak boleh dilupakan. Sabar menggendong anak semalaman, ketika ia rewel dan tak bisa tidur. Sepertinya tidak ada obat yang lebih manjur daripada sabar dan gendong.

(Kalau sabar dan sholat sudah pasti)

1 comment:

Amalia Ramadhana Mandiri said...

Dok, brati kalo lg batuk ama pilek gak perlu minum obat? Trus ngobatinnya gimana selain aabar dan gendong dok