Monday, August 08, 2016

HFMD atau flu Singapur?

Berhubung HFMD lagi musim, dan banyak yang nanya, maka saya tulis sedikit saja:

- HFMD kepanjangannya adalah hand, foot, and mouth disease, alias penyakit tangan, kaki, dan mulut. Meskipun hanya tiga tempat yang disebutkan, kelainan kulit yang timbul bisa terlihat sampai ke selangkangan dan bagian tubuh lain.

- Banyak orang menyebutnya dengan flu Singapur. Aseli saya tidak tahu asal muasal sebutan ini. Kesannya jadi "serem". Bila ada yang mengatakan "wabah Flu Singapur", maka ada orangtua yang lalu berpikir untuk meliburkan anaknya dari sekolah agar tidak tertular, atau minta agar pihak sekolah menutup sekolahnya untuk sementara.
Hehe, sebenarnya faktanya tidak seseram ini, karena HFMD adalah penyakit ringan.

- Penyebab HFMD adalah infeksi virus, yaitu keluarga Enterovirus. Tersering adalah Coxsackie virus. Namanya infeksi.virus ya pastinya tidak butuh antibiotik. HFMD sembuh sendiri, tanpa perlu diberikan antivirus atau apapun itu namanya.

- Virus menyebar lewat bersin atau percikan ludah (bisa melalui penggunaan gelas/alat makan dan sikat gigi bersama), atau lewat tangan yang menyentuh objek yang terkontaminasi oleh tinja yang mengandung virus. Coxsackie virus ada di bintil/lenting yang ada di lapisan dalam mulut dan permukaan kulit lainnya, juga di dalam saluran cerna (makanya bisa menular lewat tinja).
Penularan termudah adalah di tempat-tempat yang "padat" penduduk anaknya, misalnya di daycare, TK, SD, dan tempat bermain (playground).

- Gejala awal bisa disertai demam (meskipun tidak harus), lalu muncul bintil/lenting yang makin banyak di sekitat mulut dan rongga mulut, telapak tangan, telapak kaki, siku, lutut (dan bagian dalamnya), bahkan sampai sekitar kemaluan dan lipat paha. Bintil dan lenting bisa menyebar sampai 7 hari, lalu perlahan menghilang.

- Bedakan dengan cacar air alias varisela ya. Cacar air menyebar hingga ke wajah dan kulit kepala, lalu punggung dan dada. HFMD tidak seluas ini penyebarannya.

- Bagaimana pencegahan terbaik? Rajin cuci tangan. Ya, ajarkan anak agar sering-sering mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Orangtua yang memegang anak yang sakit juga harus mencuci tangannya sebelum menyentuh anak lainnya.

- Umumnya usia maksimal 10 tahun yang bisa sakit. Orang dewasa tidak berisiko sakit.

- Tidak ada vaksin untuk HFMD

- Hampir tidak ada komplikasi, meskipun kepustakaan mencatat risiko meningitis atau ensefalitis yang sangat-sangat rendah.

- Sariawan akibat HFMD merajalela sehingga anak sukar makan dan minum? Pastikan anak banyak minum agar tidak dehidrasi. Boleh berikan es krim atau minuman dingin agar lebih nyaman. Demam dan nyeri-nyeri sendi sesaat bisa diredakan dengan parasetamol.

Jangan panik, banyak baca, sabar, dan semoga lekas sembuh!

No comments: