Tuesday, August 09, 2016

Superbug as Badbug: Dawn of Mankind


Sudah bisa nebak ya, judul tulisan ini terinspirasi dari "Batman v Superman: Dawn of Justice". Filem yang sepertinya menyedot penonton di akhir pekan ini. Siapa yang tidak kenal Superman dan Batman? Saya tidak akan membahas bedanya Superman klasik, The Death and Life of Superman, dan Man of Steel, atau Batman klasik dengan The Dark Knight. Tapi saya akan menceritakan Superbug. Apakah itu? Berkali-kali saya membahas bahayanya penggunaan antibiotik yang tidak sesuai tempatnya. Ya, kita sudah paham bahwa antibiotik hanya digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Padahal tidak semua penyakit disebabkan oleh bakteri. Infeksi virus justru mendominasi penyakit pada manusia, dan tentunya infeksi virus tidak memerlukan antibiotik.

Masalahnya adalah: banyak antibiotik diresepkan tidak pada tempatnya. Termasuk antibiotik yang diresepkan pada infeksi virus. Hal lainnya adalah penggunaan antibiotik spektrum luas pada infeksi bakteri yang sebenarnya tidak membutuhkan tipe antibiotik tersebut. Padahal bakteri adalah makhluk hidup yang punya prinsip bertahan. Jika ia diserang, maka secara alamiah bakteri berusaha bertahan. Fakta lainnya adalah mayoritas bakteri di tubuh manusia adalah penghuni alamiah yang tidak punya maksud jahat. Saya jelaskan di tulisan lama yang saya salinkan kembali di bawah.

########################

Selintas Kisah Bakteri dan Virus

Bakteri menghuni tubuh kita sejak beberapa saat kita terlahir ke dunia. Bayi yg lahir secara spontan (persalinan normal), melewati vagina sang ibu yang pastinya penuh dengan bakteri. Bayi yg dilahirkan dengan operasi sesar pun, ketika didekapkan ke dada ibunya atau dilakukan inisiasi menyusu dini (IMD), segera "berkenalan" dengan bakteri-bakteri baik penghuni kulit ibu, dan terjadilah perpindahan ke tubuh bayi.

Bayi yg awalnya berada di dalam lingkungan steril di dalam rahim ibu, segera pindah ke dunia yg penuh dengan kuman tak terhingga.

Pastilah ini diciptakan Sang Pencipta dengan maksud.

Pada saat bayi berusia 7 hari, milyaran bakteri menjadi penghuni tetap hidung, mulut, kulit, dan ususnya. Apakah kemudian bayi menjadi sakit karenanya?

Kini diketahui bahwa tubub manusia adalah HUMAN MICROBIOME. Apa maksudnya? Ada kurang lebih 10 trilyun sel yg menyusun tubuh manusia, tetapi ada 100 trilyun bakteri yang menghuni tubuh kita! Tubuh manusia lebih merupakan kumpulan bakteri dibandingkan kumpulan sel. Lalu apakah kita menjadi sakit setiap waktu? Tentu saja tidak.

Lalu apakah penggunaan antibiotik berlebihan dan tidak pada tempatnya (digunakan utk infeksi virus) tidak berpotensi membunuh bakteri baik penghuni tubuh kita? Keseimbangan pun akan terganggu dan prinsip survival of the fittest akan membuat bakteri baik bertanya: mengapa kami dimusnahkan?
Lebih jauh lagi, SUPERBUG alias bakteri resisten antibiotik juga ikut tercipta. Masa depan umat manusia ikut terancam...

Sekarang..mari kita bicara tentang virus. Sebagian besar ilmuwan sepakat bahwa virus bukanlah makhluk hidup. Virus "hanyalah" rangkaian materi genetik DNA/RNA yg dibungkus dengan protein dan polisakarida, yang HANYA bisa hidup di dalam makhluk hidup lainnya.

Jumlah virus di muka bumi amat sangat tak terhingga banyaknya. Virus ada di mana-mana. Tanpa disadari, setiap saat manusia menghirup dan menelan milyaran virus. Tapi apakah manusia menjadi sakit setiap waktu? Lagi-lagi tidak.

Virus menginfeksi tidak hanya manusia, tapi seluruh makhluk hidup di bumi. Bakteri pun diinfeksi oleh virus (virus yg menginfeksi bakteri dinamakan bakteriofag). Jumlah bakteriofag yg ada di lautan (saja), diperkirakan sebanyak 10 pangkat 30 (hitung sendiri ya..). Bila direntangkan rangkaian kepala sampai ekor bakteriofag ini, panjangnya (kalau tidak salah) sekitar 200 tahun cahaya. Ya, tak terbayangkan, jika kita masih ingat seberapa cepatnya kecepatan cahaya. Silakan buka www.virology.ws bila ingin mempelajari betapa luar biasanya virus. Profesor Vincent Racaniello dkk dari Columbia University menjelaskannya dengan mudah.

Kita sudah mengetahui bahwa mayoritas bakteri yang tinggal bersama kita tidak membahayakan, bahkan menguntungkan. Bakteri penghuni usus besar misalnya, membantu pencernaan kita setiap waktu dan berperan dalam pembentukan vitamin K.

Virus diketahui sebagai penyebab tersering penyakit infeksi pada manusia, termasuk anak. Jauh lebih sering dibandingkan dengan infeksi bakteri. Anak-anak adalah kelompok yg sangat sering sakit akibat infeksi virus. Sebagai contoh, dalam setahun seorang anak dapat mengalami 10-12 kali episode selesma (common cold). Apa artinya? Sebulan sekali! Apakah tiap bulan anak kena batuk pilek harus diberikan obat? Apakah tiap bulan kena batuk pilek anak harus dibawa ke dokter? Tentunya tidak. Sebutlah nama-nama seperti respiratory syncytial virus, influenza virus, parainfluenza virus, rinovirus, dan adenovirus sebagai penyebab tersering infeksi saluran napas pada anak. Total ada sekitar 200 strain virus yg bisa membuat common cold.

Inilah kabar buruk dan kabar baik tentang virus. Kabar buruknya adalah: biasanya hampir tidak ada obat yg dapat menyembuhkan infeksi virus lebih cepat. Kabar baiknya: sebagian besar infeksi virus biasanya sembuh sendiri tanpa obat-obatan.

Antibiotik tidak dapat membunuh virus, sehingga pastinya tidak membantu sama sekali membuat anak dengan infeksi virus sembuh lebih cepat.

###################

Di masa depan, munculnya Superbug ini diperkirakan dapat menyebabkan kematian yang melebihi akibat kanker. Maka, gunakan antibiotik sesuai tempatnya.

(Tulisan ini hanyalah pendahuluan. Belum membahas mekanisme terjadinya superbug, apa itu MRSA, dll. Semoga saya dimudahkan untuk membahasnya kelak)

1 comment:

Bocah Koplak said...

what a beautifull article is it...write a post is more consuming time,but its better than just copying.thanks for the information that you share...
i have interesting article about kangen water.